Notification

×

Iklan

Iklan

Tokoh Masyarakat Adat Sasak Ajak Semua untuk Bijak Menyikapi Pro Kontra Pidato Kadis Sosial NTB

| Kamis, Mei 11, 2023 WIB Last Updated 2023-05-11T10:23:01Z
Tokoh Masyarakat Adat Sasak TGH Sanusi


PARAGRAF.co.id - Tokoh Masyarakat Adat Sasak TGH Sanusi memberikan komentar terkait pro kontra pidato kepala dinas sosial provinsi NTB H Ahsanul Khalik di acara Himpunan Masyarakat Lombok (Himalo).


TGH Sanusi mengatakan ia menjunjung tinggi adanya berbagai perbedaan pendapat antara para tokoh, dan sangat terbuka menerima berbagai masukan, kritikan dan bahkan sesuatu yang sangat pahit untuk kita dengarkan, namun Sifat dasar bangsa sasak yang tidak suka konflik harus dijadikan pijakan bersama untuk menelaah dengan seksama berbagai hal yang terkait sasak dan kesasakan. 


"Semua komponen sasak memiliki hak dalam berbicara tentang sasak, dan alangkah bijak nya kita semua mengayomi itu dengan tidak ribut di media, karena kita bangsa sasak ini bangsa yang mencintai hidup harmoni, dimulai dari harmonoli dengan alam, dengan diri sendiri, dengan orang lain dan bermuara pada kehidupan berbangsa dan bernegara,"ujarnya.


Menurutnya dalam pidato tersebut Kadis Sosial NTB menggambarkan tentang kesasakan yang harus kompak dan bersatu. 


"Saya sudah mendengarkan video yang agak utuh dan juga membaca di berbagai media klarifikasi yang dilakukan pak Ahsanul Khalik, saya mendapatkan suatu gambaran yang jelas tentang kesasakan dan bagaimana pak Ahsanul membangunkan semangat kesasakan itu, karena nya pada pandangan saya mari kita saling merangkul, untuk membangun semangat kebersamaan masayarakat sasak, yang dilandasi semangat ketulusan, kepedulian sesama dan persahabatan serta penghormatan,"katanya.


TGH. Sanusi juga mengatakan kearifan lokal sasak harus terus dikembangkan dalam penyelesaian masalah yang ada berupa ; keimanan kepada Allah, toleransi, kerja sama, menghargai pendapat orang lain, memahami kultur yang ada di masyarakat, berfikir kritis dan sistimatis, menyelesaikan konflik dengan musyawarah tanpa kekerasan dan bersifat politis dan lain-lain yang selama ini kita junjung tinggi.


"Karena nya silahkan siapa saja generasi sasak ini, bicaralah tentang sasak pada komunitas sasak untuk membangun semangat perubahan sasak di masa depan, dan kita kaji bersama untuk membangun semangat kebersamaan ituitu,"tandasnya.


"Kalau kita ribut saling menyalahkan nanti tidak ada yang peduli dan tidak juga mau bicara tentang Kesasakan yang ada pada diri generasi sasak ini, dan itu masalah besar bagi kita semua orang sasak, karenanya saya mengajak kepada semua para Lingsir sesepuh Sasak bahkan di nusa tenggara barat supaya lebih arif mendudukkan diri sebagai pengayom, menyampaikan nasehat nasehat untuk bisa ditauladani anak generasi kedepan,"imbuhnya.


Sebelumnya beredar video pidato Kadis sosial NTB H Ahsanul Khaliq dalam acara Himalo di Jakarta, pidato tersebut dinilai politis dan mendeskreditkan bangsa sasak.


Pidato tersebut juga dikomentari ketua PDIP NTB Rachmat Hidayat ia menilai pidato itu bisa menimbulkan perpecahan di bangsa sasak dan dinilai politis. 


Kendati demikian Kadis sosial NTB H Ahsanul Khalik memberikan klarifikasi dan membantah pidatonya bermuatan politis bahkan menurutnya pidato tersebut untuk memupuk rasa persatuan kepada seluruh masyarakat sasak. 

×
Berita Terbaru Update