PARAGRAF.co.id - Alkisah, ada seorang yang suci dan tekun dalam beribadah ,sangking tekunnya dia selalu menjalankan perintah akan Tuhannya.
letakkan di kepalamu, dan berjalan menuju kota. Selama perjalanan itu kamu tidak boleh menumpahkan setetes pun air susu di mangkok itu.Dan selama perjalanan pula, kamu harus terus menerus berzikir kepada ku. Kita lihat apakah kamu berhasil."
Hampir setiap saat dia bahkan tidak pernah meninggalkan ibadahnya dan selsai ibadah dia bahkan tak lupa membaca ayat-ayat suci. Begitulah yang dia jalankan tiap harinya sampai terus... terus..menerus.
Dan sampai ketika dia bertanya kepada tuhannya.
"Ya Tuhan, aku ingin tahu, apakah ada seseorang yang lebih alim dalam beribadah daripada aku"??
Lalu Tuhanya Menjawab "Ya ada, dia adalah si Fulan".
Kemudian dia bertanya tanya siapakah si fulan itu.?? Apakah benar dia lebih alim dari pada aku??
Sangking penasarannya orang suci itupun mengamati kehidupan si Fulan yang kata Tuhanya si fulan lebih alim dari pada dirinya.
Saat mengamati si fulan berapa kagetnya orang suci itu ketika dia tau bahwa si Fulan adalah seorang bapak tua yang harus menghidupi istrinya yang sakit dan tiga orang anak-anaknya yang masih kecil.
Dan lebih mengejutkan lagi si Fulan hanya bersembahyang kepada tuhannya hanya beberapa waktu saja. Beda jauh dengan dia yang bersembahyang tiap detik, tiap jam, bahkan sampai tiap waktu tidak pernah dia meninggalkan satu kalipun ibadahnya itu.
Karna heran orang suci itupun bertanya kembali kepada Tuhannya, Ya Tuhan bagaimana Bisa orang seperti itu lebih alim dari pada aku. Dan apa alasannya??
Lalu Tuhannya menjawab " sekarang ku perintahkan kepadamu untuk mengambil mangkok. isilah mangkok itu dengan susu sampai penuh.
Kemudian orang suci itupun menjalankan perintah Tuhannya. Dan apa yang terjadi kemudian?? Tak sesaatpun dia berzikir kepada tuhannya karna dia terlalu fokus menjaga agar air susu dalam mangkok tersebut tak tumpah.
Kemudian Tuhan mengatakan kepadanya. Lihatlah engkau hanya karna sibuk menjaga air susu agar tak tumpah dalam mangkok itu saja engkau lupa denganku tak pernah sesekalipun menyebut namaku.
Tidakkah engkau melihat si fulan menjaga istrinya dan anak-anaknya tak kelaparan setiap hari dan sepanjang hidupnya. itu lebih berat dari pada menjaga agar air susu dalam magkok tersebut tak tumpah. Tapi lihatlah dia meski berat, dia masih tetap sempat bersembahyang kepada ku.
Apa yang bisa kita pelajari dari sini??
Saya rasa kita bisa menyimpulkan masing-masing yaaa semoga bermanfaat.
Penulis : Muhajirin (Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mataram).
Noted : Bagi Pembaca yang ingin dipublilasi karya tulisnya bisa kirim ke Email Redaksi kami ke redaksiparagraf@gmail.com

