![]() |
| Peserta Diklat yang digelar Poltekpel Surabaya bekerjasama dengan KSOP Lembar III. (Foto: Istimewa). |
PARAGRAF.co.id - Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya bekerjasama dengan Kantor Kesyabandaran dan Otoritas Pelabuhan kelas III Lembar melaksanakan Diklat Pemberdayaan Maysarakat (DPM) kepada 204 peserta. Kegiatan itu, berlangsung di Aula Rinjani Wisma Tambora, Gedung BPSDMD, Provinsi NTB, Kamis 24 Agustus 2023.
Dalam diklat itu, dihadiri langsung oleh Komisi V DPR RI, H. Suryadi Jaya Purnama, Kepala KSOP Kelas III Lembar, Capt.Purgana, M.M, Wakil Direktur II Poltekpel Surabaya I Kadek Laju, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB, H Lalu Moh Faozal, Ketua Panitia DPM Lembar, Herman Eko Yulianto, S.H., M.Hum bersama seluruh tamu undangan.
Ketua Panitia DPM Lembar, Herman Eko Yulianto, S.H., M.Hum menyampaikan bahwa kegiatan diklat ini diikuti oleh 204 peserta yang terdiri dari 50 perwakilan daerah, 26 perwakilan SMK dan 67 masyarakat umum.
‘’Kita berharap kegiatan ini menjadi salah satu pintu kesuksesaan para peserta yang mengikuti Diklat,’’ Ucapnya.
Sementara Kepala KSOP Kelas III Lembar, Capt.Purgana, M.M menyampaikan bahwa kerjasama ini dilaksanakan untuk memberikan pendidikan dan pelatihan pemberdayaan masyarakat telah lulus seleksi.
‘’Ada 4 materi yang diberikan dalam Diklat ini yakni Basic Safety Training (BST), Advance Fire Fighting (AFF), Security Awareness Training (SAT), Buku pelaut, ” Ucapnya.
Menurutnya, bahwa dalam Diklat ini para peserta akan mendapatkan sertifikat sebagai bekal bekerja di atas kapal. Makanya, kegiatan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para peserta diklat.
‘’Materi yang diberikan ini sebagai bekal untuk bekerja diatas kapal. Makanya kami berterimakasih kepada Komisi V DPR RI, H. Suryadi Jaya Purnama.
Ditempat yang sama Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKS Dapil NTB II, H. Suryadi Jaya Purnama (SJP) menjelaskan bahwa Diklat ini tidak lain untuk memberikan pemahaman kepada semua peserta untuk keselamatan saat bekerja di laut.
‘’Kita tahu, bahwa daerah kita ini adalah kepulauan. Dimana aktivitas masyarakat di pesisir sehari-harinya berlayar. Namun Sumber daya manusia (SDM) kita sangat minim yang mengerti tentang dunia perlayaran,’’ Akunya.
Menurutnya, atas dasar itu, pihaknya mendorong dan memperjuangkan sehingga Diklat ini terlaksana untuk memberikan pemahaman langsung kepada para peserta yang menggantungkan hidupnya di laut.
‘’Alhamdulillah, kegiatan ini terlaksana dan anggarannya sudah disiapkan,’’

