Notification

×

Iklan

Iklan

BUKU PUITIS

| Minggu, Januari 28, 2024 WIB Last Updated 2024-01-28T03:41:32Z



Pemuda_Aku kerap membacanya di malam harim membuka lembar demi lembarnya dengan seksama terkadang, kulihat wajahnya berubah sedikit memerah rupanya ia malu rahasianya terbaca padahal, aku yang lebih tersipu malu karena banyak yang tak kutahu


Setiap diksinya seperti kaca ukir dikombinasikan kristal kualitas premium terkadang aku menjadi setengah buta dengan bulu mata berjatuhan di lembar bukunya luntur karena ter iris dan pupilku mengerjap terlalu cepat


Aku pun sekadar memejam mata memberi waktu padanya untuk rehat sejenak perlahan kubuka bukunya lagi, membacanya kembali ajaibnya, setiap hurufnya beterbangan ke mataku menjadi tetesan obat mata yang sejuk membantuku berjalan melewati pusaran makna meliuk-liuk di antara metafora yang terjal dan menyesatkan.


×
Berita Terbaru Update