×

Iklan

Iklan

Akhirnya Disepakati Bersama Warga, Jalan di SMAN 2 Mataram Dibuka-Tutup

| Rabu, Agustus 27, 2025 WIB Last Updated 2025-08-27T11:06:58Z
Penampakan pintu gerbang yang bisa dibuka dan tutup untuk akses masyarakat sekitar SMAN 2 Mataram.


PARAGRAFNEWS.id - Setelah hampir 40 tahun menjadi perdebatan, pemasangan gerbang di jalan yang membelah area utara dan selatan SMAN 2 Mataram akhirnya disepakati. Jalan tersebut kini diberlakukan sistem buka-tutup sebagai solusi kompromi antara kebutuhan akses warga dan pengembangan lingkungan sekolah.


Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, H. Abdul Aziz, menyatakan bahwa keputusan ini merupakan hasil dialog panjang antara pihak sekolah, pemerintah daerah, serta warga sekitar.


“Dengan izin dan ridho Allah, hari ini kita menyaksikan realisasi yang telah dinanti hampir empat dekade,” ujar Abdul Aziz, Selasa (27/8).


Ia menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang terlibat dalam proses ini, di antaranya Wali Kota Mataram, Lurah Kekalik Jaya, Kepala Lingkungan, para Ketua RT, serta warga yang mendukung kebijakan tersebut demi kemajuan dunia pendidikan di NTB.


Sistem buka-tutup gerbang ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan aksesibilitas warga sekaligus menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan belajar di SMAN 2 Mataram.


Sementara Kepala SMAN 2 Mataram, Abdul Qadir Alaydrus, menjelaskan bahwa berbagai upaya telah dilakukan akhirnya, kelancaran proses pendidikan tanpa mengesampingkan hak akses warga.


Menurutnya, terkait lahan ini bermula pada awal 1990-an. Kala itu, lahan sekolah dipinjamkan kepada masyarakat untuk keperluan akses jalan. Namun, seiring berjalannya waktu, jalan tersebut dianggap sebagai fasilitas umum.


“Awalnya hanya dipinjam untuk akses lalu lintas masyarakat, tapi lama-kelamaan dianggap sebagai jalan umum. Upaya menyelesaikan masalah ini sudah lama kita lakukan, namun perubahan kewenangan pengelolaan SMA dari Kabupaten/Kota ke provinsi membuat penyelesaian harus dimulai dari awal lagi, sehingga berlarut-larut,” ungkap Abdul Kadir, Rabu, 27 Agustus 2025, di SMAN 2 Mataram


Berbagai upaya telah dilakukan oleh kepala sekolah sebelumnya, namun baru pada Jumat, 22 Agustus 2025, kesepakatan yang dpat menjadi titil temu berhasil dicapai melalui musyawarah antara pihak sekolah dan masyarakat.


Dalam kesepakatan tersebut, disetujui mekanisme buka-tutup jalan, di mana akses jalan yang melintasi area sekolah hanya dibuka untuk masyarakat di luar jam belajar. Jalan akan digunakan oleh sekolah pada pukul 07.00 hingga 15.00 WITA, dan selebihnya dibuka kembali untuk umum.


“Tanah ini hanya digunakan saat jam belajar mengajar berlangsung. Setelah itu, akses bisa dimanfaatkan masyarakat,” tegas Kepala Sekolah.


Abdul Kadir menyampaikan apresiasi tinggi kepada masyarakat Kekalek atas sikap bijak dan dukungan mereka terhadap pendidikan. Ia berharap sinergi ini dapat menjadi model penyelesaian konflik antara institusi dan masyarakat secara harmonis.


 “Kami sangat mengapresiasi kebijaksanaan masyarakat Kekalek yang tetap mendukung kepentingan pendidikan. Semoga ini menjadi langkah baik dalam memperkuat hubungan sekolah dengan lingkungan sekitar,” ujarnya.


Dengan selesainya  ini, SMAN 2 Mataram kini dapat lebih fokus meningkatkan mutu pendidikan. Di sisi lain, warga tetap mendapatkan akses jalan sesuai kebutuhan tanpa mengganggu aktivitas sekolah.


“Bismillahirrahmanirrahim, dengan izin dan ridho Allah, pemasangan gerbang di jalan yang membelah Gedung Utara dan Selatan akhirnya terlaksana setelah hampir puluhan tahun. Terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan ruang demi pengembangan sekolah,” tandasnya.

×
Berita Terbaru Update