![]() |
| Sekertaris Pimpinan Pusat Himmah NW Abdul Mukmin Rifa'i Yasin. |
PARAGRAFNEWS.id - Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Muslimin Indonesia (Himmah) Nahdlatul Wathan (NW) menyesalkan sikap Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Nusa Tenggara Barat (NTB), Zamroni Aziz, yang melempar mikrofon saat acara pelantikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dompu, beberapa waktu lalu.
Sekretaris Pimpus Himmah NW, Abdul Mukmin Ripai Yasin, menilai tindakan tersebut tidak mencerminkan sikap seorang pemimpin di lingkungan Kemenag. Menurutnya, sebagai pejabat publik sekaligus pembina bagi seluruh jajaran di bawahnya, Kakanwil Kemenag NTB seharusnya menunjukkan keteladanan dan menjaga wibawa institusi.
“Seorang pemimpin itu harusnya santun dan mengayomi semua bawahan. Bukan justru menunjukkan sikap emosional yang bisa mencederai kehormatan lembaga,” tegas Mukmin dalam keterangannya, Minggu (21/9/2025).
Mukmin menambahkan, aksi yang dilakukan Zamroni Aziz tersebut dapat menimbulkan preseden buruk di tubuh Kemenag NTB. Ia meminta agar Menteri Agama RI memberikan perhatian serius atas insiden itu dan menegur pejabat yang bersangkutan.
Menurutnya, Kemenag adalah lembaga yang selama ini identik dengan nilai-nilai moral, etika, serta pembinaan umat. Oleh karena itu, pejabat di lingkungan Kemenag dituntut mampu menjadi teladan, bukan malah memperlihatkan perilaku yang dapat menimbulkan kegaduhan publik.
“Kami dari Pimpinan Pusat Himmah NW berharap agar Kakanwil Kemenag NTB bisa segera introspeksi diri, memperbaiki sikap, dan kembali menampilkan wajah Kemenag yang humanis,” tambah Mukmin.
Insiden pelemparan mikrofon oleh Kakanwil Kemenag NTB Zamroni Aziz saat pelantikan pejabat di Dompu itu kini ramai menuai sorotan berbagai pihak. Publik menilai, pejabat negara semestinya menjaga sikap, terlebih dalam acara resmi yang disaksikan banyak orang.
Atas insiden tersebut, Kanwil Kemenag NTB, Zamroni Azis, akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka usai videonya yang melempar tiang mikrofon dalam sebuah acara resmi viral di media sosial.
Melalui akun resmi Instagram @kanwil_kemenag_ntb pada Minggu malam (21/9/2025), Zamroni menegaskan bahwa peristiwa tersebut murni kekhilafan pribadi dan tidak ada maksud untuk menyinggung siapa pun.
“Saya, Zamroni Azis, atas nama pribadi dengan penuh kerendahan hati menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat NTB, terkait dengan video yang beredar,” ujarnya dalam keterangan resmi yang dikutip Senin 22 September 2025.
Ia menambahkan, tindakannya yang terekam dalam video tersebut adalah kelalaian yang tidak pantas terjadi.
“Saya menyadari sepenuhnya bahwa kejadian tersebut adalah murni kekhilafan pribadi saya, tanpa ada niat menyinggung pihak mana pun. Demikian permohonan maaf ini saya sampaikan,” lanjutnya.

