PARAGRAFNEWS.id - Tim Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Masyarakat Desa (KKN PMD) Universitas Mataram (UNRAM) Desa Mangkung menggelar sosialisasi bertema “Edukasi Stunting di Desa Mangkung: Kenali, Cegah, dan Atasi Bersama untuk Generasi Emas”, Kamis (29/1/2026), bertempat di Aula Kantor Desa Mangkung, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WITA ini menghadirkan Sidik, S.Gz., sebagai narasumber utama yang memberikan edukasi komprehensif terkait pencegahan dan penanganan stunting di tingkat keluarga dan masyarakat.
Acara dibuka secara resmi oleh Sekretaris Desa Mangkung, Lalu Muslihat, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif Tim KKN PMD UNRAM. Menurutnya, sosialisasi stunting merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya bagi generasi masa depan Desa Mangkung.
“Edukasi seperti ini sangat penting untuk menambah pemahaman masyarakat tentang kesehatan ibu dan anak. Kami berharap kegiatan ini bisa berdampak langsung pada penurunan angka stunting di desa,” ujarnya.
Sosialisasi ini diikuti oleh 24 peserta yang terdiri dari ibu-ibu PKK, Kader Posyandu, para Kepala Dusun, serta masyarakat umum. Menariknya, kegiatan ini juga dihadiri oleh kaum bapak yang menunjukkan tingginya kepedulian lintas gender terhadap isu stunting.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Baik laki-laki maupun perempuan aktif mengajukan pertanyaan dan berdiskusi langsung dengan narasumber. Peserta mengaku mendapatkan banyak informasi baru, terutama terkait pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), penerapan pola gizi seimbang bagi ibu hamil dan balita, serta faktor risiko penyebab stunting.
Dalam pemaparannya, Sidik, S.Gz. menjelaskan bahwa stunting tidak hanya berdampak pada tinggi badan anak, tetapi juga berpengaruh besar terhadap perkembangan otak, kecerdasan, dan kualitas hidup anak di masa depan.
“Pencegahan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan. Asupan gizi yang cukup, pemeriksaan kehamilan rutin, serta pemantauan tumbuh kembang anak menjadi kunci utama,” jelasnya.
Sesi tanya jawab berlangsung interaktif dan komunikatif. Berbagai pertanyaan diajukan peserta, mulai dari rekomendasi menu makanan bergizi untuk balita, klarifikasi hoaks seputar pantangan makanan bagi ibu hamil, hingga langkah-langkah yang perlu dilakukan apabila anak terindikasi mengalami stunting. Seluruh pertanyaan dijawab dengan bahasa sederhana disertai solusi praktis yang dapat diterapkan langsung di rumah.
Melalui kegiatan ini, Tim KKN PMD UNRAM Desa Mangkung berharap dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak dini. Tim juga menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi masyarakat dalam upaya mewujudkan generasi emas yang sehat, cerdas, dan berkualitas di Desa Mangkung.

