Notification

×

Iklan

Iklan

Realisasi Investasi NTB Triwulan I 2026 Tembus Rp18,06 Triliun, Tumbuh 40,46 Persen

| Rabu, Juni 03, 2026 WIB Last Updated 2026-06-03T01:49:32Z
Gambar ilustrasi.


PARAGRAFNEWS.id - Realisasi investasi di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Triwulan I tahun 2026 menunjukkan tren yang sangat positif. Sepanjang periode Januari hingga Maret 2026, total investasi yang masuk ke NTB mencapai Rp18,06 triliun, atau sekitar 27,86 persen dari target investasi tahun 2026 yang ditetapkan sebesar Rp64,83 triliun.


Capaian tersebut mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 40,46 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025. Kinerja ini menjadi indikator kuat bahwa iklim investasi di NTB semakin kompetitif dan mampu menarik minat investor, baik dari dalam maupun luar negeri.


PMDN Dominasi Investasi di NTB

Dari total investasi yang terealisasi pada Triwulan I 2026, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masih mendominasi dengan nilai mencapai Rp15,91 triliun, atau sekitar 88,08 persen dari total investasi.


Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat sebesar Rp2,15 triliun, atau 11,92 persen dari total realisasi investasi.


Secara tahunan, kinerja PMDN mengalami pertumbuhan yang sangat kuat, yakni sebesar 54 persen dibandingkan Triwulan I 2025. Di sisi lain, PMA mengalami penurunan sekitar 14 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.


Sumbawa Barat Jadi Penyumbang Investasi Terbesar

Berdasarkan wilayah, Kabupaten Sumbawa Barat menjadi daerah dengan realisasi investasi tertinggi di NTB pada Triwulan I 2026 dengan nilai mencapai Rp14,21 triliun.

Posisi berikutnya ditempati oleh:

Kabupaten Lombok Tengah: Rp2,05 triliun

Kabupaten Lombok Utara: Rp373,52 miliar

Ketiga daerah tersebut menjadi motor utama pertumbuhan investasi NTB pada awal tahun 2026.


Besarnya investasi di Sumbawa Barat tidak terlepas dari kuatnya aktivitas sektor pertambangan dan energi yang menjadi penggerak utama ekonomi daerah tersebut.


Sektor ESDM Masih Mendominasi

Dari sisi sektor usaha, investasi di NTB masih didominasi oleh sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan nilai mencapai Rp13,88 triliun, atau sekitar 76,9 persen dari total investasi.

Sektor lainnya yang memberikan kontribusi besar antara lain:

Perindustrian: Rp1,71 triliun

Pariwisata dan Ekonomi Kreatif: Rp1,17 triliun

Perdagangan: Rp369,2 miliar

Kelautan dan Perikanan: Rp320,3 miliar

Dominasi sektor ESDM menunjukkan masih tingginya daya tarik investasi pada sektor energi dan pertambangan di NTB. Namun demikian, sektor pariwisata, industri, dan ekonomi kreatif juga terus menunjukkan perkembangan yang menjanjikan.

Serap 6.614 Tenaga Kerja

Selain mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, investasi yang masuk ke NTB juga memberikan dampak positif terhadap penciptaan lapangan kerja.

Sepanjang Triwulan I 2026, investasi yang terealisasi berhasil menyerap 6.614 tenaga kerja, terdiri dari:

6.553 tenaga kerja Indonesia (TKI)

61 tenaga kerja asing (TKA)

Daerah dengan penyerapan tenaga kerja tertinggi adalah:

Kabupaten Lombok Utara: 1.265 orang

Kabupaten Sumbawa Barat: 1.143 orang

Kabupaten Lombok Tengah: 1.137 orang

Data tersebut menunjukkan bahwa investasi yang masuk tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui penciptaan peluang kerja.


Australia dan Belanda Masuk Investor Terbesar

Untuk investasi asing, kelompok negara gabungan menjadi kontributor terbesar dengan nilai investasi mencapai Rp1,62 triliun.


Sementara itu, negara-negara yang menjadi penyumbang investasi terbesar berikutnya adalah:

Australia: Rp93,45 miliar

Belanda: Rp90,53 miliar

Kontribusi investor asing tersebut memperlihatkan bahwa NTB masih memiliki daya tarik yang kuat di mata investor global, khususnya pada sektor energi, industri, dan pariwisata.


Pemerintah Provinsi NTB optimistis capaian investasi pada Triwulan I 2026 menjadi modal kuat untuk mencapai target investasi tahunan sebesar Rp64,83 triliun.


Dengan potensi besar yang dimiliki NTB pada sektor energi, industri pengolahan, pariwisata, ekonomi kreatif, kelautan dan perikanan, serta dukungan kebijakan pemerintah yang pro-investasi, daerah ini diyakini akan terus menjadi salah satu tujuan investasi yang menjanjikan di Indonesia.


Pertumbuhan investasi yang konsisten juga diharapkan mampu mempercepat pembangunan daerah, meningkatkan daya saing ekonomi, serta menciptakan lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat NTB.

×
Berita Terbaru Update