Notification

×

Iklan

Iklan

Targetkan Penghimpunan Zakat Semakin Maksimal, Baznas NTB Perkuat Peran UPZ

| Rabu, Oktober 07, 2026 WIB Last Updated 2026-10-07T11:22:41Z
Baznas NTB menggelar rapat kerja UPZ di Mataram.


PARAGRAFNEWS.id - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) NTB memperkuat peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dalam meningkatkan penghimpunan zakat sekaligus mendorong pengelolaan zakat yang semakin akuntabel dan berdampak bagi masyarakat.


Hal tersebut disampaikan Ketua Baznas NTB, Dr. Lalu Muhamad Iqbal Murad, dalam Rapat Kerja Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Baznas NTB yang digelar di Hotel Lombok Astoria, Mataram, Rabu (7/10/2026).


Kegiatan tersebut mengangkat tema “Penguatan Tata Kelola UPZ Mendukung Kepatuhan Regulasi dan Akuntabilitas Pengelolaan Zakat.”


Iqbal mengatakan, rapat kerja tersebut menjadi momentum konsolidasi pertama yang dilakukan Baznas NTB bersama UPZ untuk mengoptimalkan peran UPZ dalam penghimpunan dan pengumpulan zakat di seluruh wilayah NTB.


“Kegiatan ini merupakan kegiatan pertama yang dilakukan oleh Baznas bersama UPZ. Ini adalah konsolidasi untuk mengoptimalkan peran UPZ Baznas dalam penghimpunan dan pengumpulan zakat di wilayah NTB. Bagaimanapun, peran UPZ sangat strategis,” kata Iqbal.


Menurutnya, optimalisasi peran UPZ menjadi penting agar proses pengumpulan dan penghimpunan zakat dapat berjalan lebih maksimal.


“Kita ingin peran strategis UPZ ini dapat dioptimalkan sehingga proses pengumpulan dan penghimpunan zakat menjadi lebih maksimal,” ujarnya.


Selain memperkuat aspek penghimpunan, Baznas NTB juga mendorong UPZ untuk turut menyampaikan kepada para muzaki bahwa pengelolaan zakat saat ini telah mengalami transformasi, khususnya dalam hal pemberdayaan mustahik.


Iqbal menjelaskan, Baznas NTB tidak hanya menyalurkan bantuan yang bersifat karitatif, tetapi juga mengembangkan berbagai program pemberdayaan untuk meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi para mustahik.


“Kedua, pada saat yang sama, kita ingin memberikan informasi kepada seluruh UPZ yang kita harapkan dapat diteruskan kepada para muzaki bahwa Baznas hari ini sudah semakin bertransformasi, terutama dalam rangka pemberdayaan para mustahik,” jelasnya.


Berbagai program pelatihan telah dilakukan Baznas NTB, mulai dari pelatihan menjahit, servis AC, pembuatan roti, pengelasan, pertukangan hingga berbagai bentuk pelatihan keterampilan lainnya.


Program pemberdayaan tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan sejumlah SMK vokasi di NTB, sehingga para mustahik tidak hanya mendapatkan bantuan, tetapi juga dibekali keterampilan yang dapat menjadi modal untuk meningkatkan taraf hidup mereka.


“Kita sudah melakukan berbagai pelatihan bagi mustahik, seperti pelatihan menjahit, servis AC, pembuatan roti, pengelasan, pertukangan, dan berbagai bentuk pemberdayaan lainnya. Program-program tersebut kita lakukan bekerja sama dengan SMK vokasi di Nusa Tenggara Barat,” ungkap Iqbal.


Ia menegaskan, paradigma pengelolaan zakat harus terus dikembangkan dari sekadar memberikan bantuan menuju pemberdayaan yang mampu menciptakan kemandirian.


“Harapannya, tidak hanya bantuan yang sifatnya karitatif yang kita gencarkan, tetapi pada saat yang sama juga ada pemberdayaan sebagai upaya mentransformasi mustahik menjadi muzaki,” tegasnya.


Menurut Iqbal, pendekatan pemberdayaan tersebut sejalan dengan agenda pemerintah dalam pengentasan kemiskinan. Karena itu, Baznas memiliki posisi strategis untuk mengambil peran pada ruang-ruang yang belum sepenuhnya dapat dijangkau oleh pemerintah.


“Hal ini linier dengan apa yang sedang digalakkan oleh pemerintah dalam rangka pengentasan kemiskinan. Dengan demikian, peran strategis Baznas tentu bukan untuk mengubah sistem, tetapi memberikan sumbangsih pada beberapa hal yang masih belum terjangkau pemerintah dan dapat dijangkau oleh Baznas,” pungkasnya.


Melalui penguatan tata kelola UPZ, Baznas NTB berharap penghimpunan zakat semakin optimal, transparan, dan akuntabel. Pada saat yang sama, dana zakat diharapkan semakin memberikan dampak nyata melalui program pemberdayaan yang mendorong mustahik menuju kemandirian ekonomi.

×
Berita Terbaru Update