Notification

×

Iklan

Iklan

Unram Jadi Tuan Rumah Seminar Internasional APJHI 2026, Perkuat Integritas Jurnal Hukum

| Rabu, Oktober 28, 2026 WIB Last Updated 2026-10-28T04:16:06Z


NTBOke – Universitas Mataram (Unram) menjadi tuan rumah Annual Meeting dan Seminar Internasional Asosiasi Pengelola Jurnal Hukum Indonesia (APJHI) pada 14–15 Oktober 2026. Kegiatan ini diselenggarakan melalui kerja sama APJHI dengan Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik (FHISIP) Unram.


Mengusung tema “Guarding Academic Integrity Amid the Internationalisation of Indonesian Law Journals”, kegiatan tersebut menjadi forum bagi pengelola jurnal, akademisi, dan praktisi hukum dari berbagai daerah untuk memperkuat kolaborasi serta meningkatkan kualitas publikasi ilmiah hukum Indonesia.


Kegiatan yang berlangsung di Ruang Sidang Senat Lantai III, Gedung Rektorat Unram, itu juga menjadi momentum untuk memperkuat integritas akademik di tengah upaya internasionalisasi jurnal hukum Indonesia.


Ketua Panitia, Ahmad Zuhairi, S.H., M.H., dalam sambutannya menekankan pentingnya peningkatan kualitas jurnal hukum. Kualitas informasi dalam artikel ilmiah dinilai dapat memengaruhi pengambilan keputusan oleh berbagai pihak. Karena itu, mutu publikasi jurnal menjadi isu strategis yang perlu mendapat perhatian bersama.


Sementara itu, Ketua APJHI, Dr. Kukuh Tejomurti, S.H., LL.M., menyampaikan apresiasi kepada Unram atas dukungan dan fasilitas yang diberikan dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.


Ia juga menyoroti perjalanan satu dekade APJHI dalam membangun konsistensi dan kolaborasi pengelolaan jurnal hukum di Indonesia. Jurnal hukum memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat oleh dosen.


Wakil Rektor IV Unram, Dr. Sitti Latifah, S.Hut., M.Sc.Forest.Trop., menegaskan bahwa internasionalisasi jurnal tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterbacaan dan pengakuan di tingkat global, tetapi juga harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.


Integritas dalam pengelolaan dan publikasi karya ilmiah menjadi salah satu aspek penting untuk mewujudkan tujuan tersebut. Pengelola jurnal dituntut menjaga kualitas penerbitan sekaligus memastikan karya ilmiah yang dipublikasikan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.


Seminar internasional ini menghadirkan sembilan narasumber dari berbagai institusi dan bidang keahlian. Mereka membahas perkembangan jurnal hukum, etika publikasi, integritas akademik, serta tantangan internasionalisasi jurnal.


Para narasumber tersebut meliputi Dr. Johan Jang, Engagement Manager Elsevier Southeast Asia; Lalu Muhammad Hayyanul Haq, S.H., LL.M., Ph.D., dari Fakultas Hukum Unram; Saru Arifin, S.H., LL.M., Ph.D., dari Divisi Etika Publikasi APJHI; serta M. Tanzil Multazam, S.H., M.Kn., Dewan Pengawas Relawan Jurnal Indonesia (RJI) sekaligus Kepala Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.


Selain itu, hadir Prof. Dhiana Puspitawati, S.H., LL.M., Ph.D., Editor Brawijaya Law Journal dan Pembina APJHI; Dr. Arbain, M.Pd., Associate Editor Directory of Open Access Journals (DOAJ) sekaligus Ketua RJI; Fathan Qorib dari Hukumonline; Ahsan Yunus, S.H., M.H., Managing Editor Hasanuddin Law Review; serta Dr. David Oliva, konsultan senior UNESCO.


Kegiatan ini diharapkan memperkuat sinergi antarpengelola jurnal, mendorong penerapan etika publikasi yang bertanggung jawab, serta meningkatkan kualitas jurnal hukum Indonesia agar semakin kompetitif di tingkat internasional.


Penguatan integritas akademik juga menjadi langkah penting untuk memastikan publikasi ilmiah tidak hanya mengejar pengakuan global, tetapi turut memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu hukum.

×
Berita Terbaru Update