Notification

×

Iklan

Iklan

Unram Tingkatkan Kompetensi Digital Guru SD di Sandubaya melalui Workshop Teknologi Pembelajaran

| Rabu, Oktober 21, 2026 WIB Last Updated 2026-10-28T05:53:33Z


PARAGRAFNEWS – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Mataram (Unram) menggelar workshop dan pendampingan pemanfaatan teknologi pembelajaran bagi 20 guru sekolah dasar yang tergabung dalam Gugus 1 Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram.


Kegiatan bertajuk “Peningkatan Kompetensi Digital Guru melalui Workshop dan Pendampingan Pemanfaatan Aplikasi Teknologi Pembelajaran di Gugus 1 Kecamatan Sandubaya, Mataram” ini bertujuan meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi digital untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, kreatif, dan menyenangkan.


Program tersebut dilaksanakan melalui pembelajaran daring dan tatap muka dengan mengombinasikan workshop interaktif, praktik mandiri, serta pendampingan intensif.


Pendekatan ini dirancang agar guru tidak hanya memahami konsep pemanfaatan teknologi, tetapi juga mampu menerapkannya secara langsung sesuai kebutuhan pembelajaran di kelas.


Fokus pada Tiga Aplikasi Digital


Dalam workshop tersebut, peserta diperkenalkan dengan tiga aplikasi teknologi pembelajaran, yakni Canva, Kahoot, dan Wayground.


Canva dimanfaatkan untuk membuat lembar kerja digital yang lebih menarik dan komunikatif melalui kombinasi teks, gambar, serta elemen visual.


Sementara itu, Kahoot digunakan untuk menyusun kuis dan tugas interaktif yang dapat membantu guru mengevaluasi pemahaman siswa dengan cara yang lebih menyenangkan.


Adapun Wayground diperkenalkan sebagai sarana pembuatan kuis dan kartu belajar digital atau flashcard untuk mendukung latihan mandiri, penguatan materi, dan pengulangan konsep pembelajaran.


Pemanfaatan ketiga aplikasi tersebut diharapkan dapat memberikan alternatif bagi guru dalam mengembangkan media pembelajaran sesuai karakteristik siswa sekolah dasar.


Di tengah perkembangan teknologi digital, guru dituntut tidak hanya mampu mengoperasikan perangkat dan aplikasi, tetapi juga mengintegrasikannya secara tepat ke dalam strategi pembelajaran.


Pendekatan ini sejalan dengan kerangka Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK), yang menekankan pentingnya keterpaduan pengetahuan teknologi, pedagogi, dan materi pembelajaran.


Menggunakan Metode Blended Learning


Pelaksanaan program menggunakan model pembelajaran bauran (blended learning) dengan pendekatan Flipped Learning Model (FLM).


Pada tahap awal, peserta memperoleh materi pembekalan melalui Google Sites yang dibagikan lewat WhatsApp Group. Materi tersebut menjadi sumber belajar awal sebelum guru mengikuti kegiatan praktik dan pendampingan.


Selanjutnya, pada 24 September 2026, peserta mengikuti sesi daring melalui Google Meet. Kegiatan ini berfokus pada penguatan konsep, pengenalan aplikasi, serta penjelasan penggunaannya untuk mendukung pembelajaran di sekolah dasar.


Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pertemuan tatap muka pada 28 September 2026 di SDN Model Mataram atau SDN 142 Mataram.


Dalam sesi tersebut, peserta mempraktikkan penggunaan aplikasi melalui workshop interaktif, pengerjaan tugas mandiri, pendampingan intensif, dan diskusi reflektif.


Melalui metode ini, guru tidak hanya menerima materi, tetapi juga berkesempatan mencoba berbagai fitur aplikasi, menghasilkan produk pembelajaran, serta mendiskusikan penerapannya di kelas.


Sebanyak 90 Persen Peserta Memahami Aplikasi


Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 90 persen peserta telah menunjukkan pemahaman terhadap penggunaan Canva, Kahoot, dan Wayground.


Capaian tersebut dinilai melalui observasi selama workshop, penilaian hasil kerja mandiri, pendampingan, serta diskusi reflektif.


Para guru mampu mempraktikkan pembuatan lembar kerja digital menggunakan Canva, menyusun kuis atau tugas melalui Kahoot, serta mengembangkan kuis dan flashcard menggunakan Wayground.


Hasil ini menunjukkan bahwa praktik langsung dan pendampingan memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengembangkan keterampilan digital yang dapat diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar.


Pendampingan juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program. Melalui pendekatan blended mentoring, guru memperoleh dukungan saat mencoba fitur aplikasi, menyelesaikan tugas, dan mendiskusikan kendala yang dihadapi.


Meski demikian, pemanfaatan teknologi tetap perlu dikembangkan secara berkelanjutan dengan mempertimbangkan tujuan pembelajaran, karakteristik siswa, ketersediaan fasilitas, serta kondisi setiap sekolah.


Dorong Pembelajaran Lebih Interaktif


Program pengabdian ini diharapkan menjadi salah satu upaya meningkatkan kompetensi digital guru sekolah dasar, khususnya di Gugus 1 Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram.


Keterampilan yang diperoleh melalui workshop dan pendampingan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi berlanjut dalam praktik pembelajaran sehari-hari.


Penguasaan teknologi bukan sekadar kemampuan mengoperasikan aplikasi. Guru juga perlu memahami bagaimana teknologi dapat digunakan untuk memperkuat proses belajar dan mendorong keterlibatan siswa.


Penggunaan lembar kerja digital, kuis interaktif, dan kartu belajar digital dapat menjadi alternatif untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih bervariasi dan mendorong partisipasi aktif siswa.


Keberlanjutan program serupa juga dinilai penting agar kompetensi digital guru terus berkembang seiring perubahan kebutuhan pendidikan.


Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah, peningkatan kapasitas guru diharapkan dapat mendukung pembelajaran yang lebih efektif, inovatif, dan menyenangkan bagi siswa.

×
Berita Terbaru Update