PARAGRAFNEWS.id - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar Talkshow Ramadhan bertema “Gerakan Zakat Baznas NTB Menguatkan Indonesia” di Mall Epicentrum, Mataram, Selasa 24 Februari 2026.
Kegiatan tahunan ini tampil berbeda karena untuk pertama kalinya dilaksanakan di pusat perbelanjaan, sebagai strategi memperluas literasi zakat khususnya di kalangan generasi muda dan masyarakat urban.
Ketua Baznas NTB, Lalu M. Iqbal Murad, menegaskan bahwa pemilihan lokasi di ruang publik merupakan bagian dari inovasi pendekatan dakwah zakat yang lebih inklusif dan adaptif.
“Biasanya kegiatan ini kami laksanakan di dalam ruangan. Kali ini kami hadir di mal agar sosialisasi zakat bisa menjangkau anak-anak muda. Harapannya, gerakan zakat semakin dikenal luas dan tumbuh kesadaran untuk menunaikan zakat secara mandiri,” ujarnya.
Menurutnya, kesadaran berzakat di kalangan generasi muda perlu terus diperkuat. Selama ini, pembayaran zakat fitrah anak muda umumnya masih diwakilkan oleh orang tua. Melalui pendekatan yang lebih terbuka, Baznas NTB ingin mendorong generasi muda menjadi muzaki mandiri yang sadar akan kewajiban dan dampak sosial zakat.
Dalam talkshow tersebut, Baznas NTB juga memaparkan capaian kinerja pengelolaan zakat. Hingga awal 2026, dana zakat yang dihimpun telah menjangkau sekitar 38 ribu mustahik di seluruh wilayah NTB.
Penyaluran zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga produktif melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat kurang mampu. Salah satu capaian signifikan adalah pembangunan hampir 500 unit rumah layak huni yang tersebar di berbagai kabupaten/kota di NTB.
Beragam program unggulan Baznas NTB turut diperkenalkan kepada publik, di antaranya:
- Beasiswa Baznas
- Rumah Sehat Baznas
- Baznas Tanggap Bencana
- Baznas Microfinance
- Zmart
- ZChicken
- Santripreneur
- Desa/Kampung Zakat
Program pengentasan kemiskinan ekstrem
Program percepatan penurunan stunting
Baznas NTB juga menegaskan bahwa koordinasi dan komunikasi dengan Baznas RI berjalan intensif guna memastikan tata kelola yang profesional, transparan, dan sesuai syariah.
Apresiasi atas kegiatan tersebut disampaikan langsung oleh Pimpinan Baznas RI Bidang Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan, M.Si. Ia menilai langkah Baznas NTB menggelar gerakan zakat di pusat perbelanjaan merupakan terobosan strategis dalam memperluas literasi dan partisipasi publik.
“Kami dari Baznas RI sangat mengapresiasi inovasi Baznas NTB yang menghadirkan gerakan zakat di ruang publik seperti mal. Ini pendekatan yang relevan dengan perkembangan zaman dan efektif menjangkau generasi muda,” ujar Rizaludin.
Menurutnya, dukungan penuh Pemerintah Provinsi NTB terhadap penguatan zakat menjadi faktor penting dalam mendorong zakat sebagai instrumen pembangunan sosial dan ekonomi umat.
Baznas RI memastikan bahwa pengelolaan zakat di NTB telah berjalan sesuai prinsip syariah dan regulasi yang berlaku, dengan penyaluran hanya kepada delapan golongan (asnaf) sebagaimana ditetapkan dalam Al-Qur’an.
“Kami memastikan seluruh pengelolaan zakat dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel. Dana zakat harus disalurkan sesuai asnaf, sehingga aman secara syariah, aman secara regulasi, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Baznas RI juga mendorong penguatan program pemberdayaan ekonomi berbasis zakat di NTB agar zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi mampu menciptakan mustahik naik kelas menjadi muzaki.
Sementara itu, Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal menyampaikan dukungan penuh Pemerintah Provinsi NTB terhadap penguatan gerakan zakat. Ia menilai Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan tingkat kedermawanan tertinggi di dunia.
“Acara ini unik karena mengangkat isu zakat di ruang publik sehingga tidak lagi terkesan eksklusif. Ini menunjukkan bahwa zakat adalah gerakan bersama yang terbuka untuk semua kalangan,” ujarnya.
Kegiatan talkshow turut dihadiri Wakil Gubernur NTB, Kajati NTB, Wakapolda NTB, Kepala OPD Lingkup Pemprov NTB, perwakilan BUMD, serta berbagai pemangku kepentingan sebagai bentuk kolaborasi dalam memperkuat gerakan zakat di NTB.
Selain itu, Talkshow Ramadhan ini juga dimeriah oleh Penyanyi jebolan ajang pencarian bakat Indonesian Idol Ghea Indrawari.
Pelantun "Jiwa yang Bersedih" ini juga turut mengajak millenal dan Gen Z untuk sadar akan kewajiban zakat.
Melalui momentum Ramadhan 2026, Baznas NTB berharap zakat tidak hanya dipahami sebagai kewajiban ibadah, tetapi juga sebagai gerakan sosial yang memperkuat solidaritas, mengurangi kemiskinan, dan mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Sinergi antara Baznas NTB, Baznas RI, dan Pemerintah Provinsi NTB diharapkan mampu menjadikan NTB sebagai salah satu model pengelolaan zakat modern yang profesional, inklusif, dan berdampak nyata bagi pembangunan daerah serta penguatan ekonomi umat.

