Notification

×

Iklan

Iklan

UNW Mataram Gelar Rapat Pleno Penetapan 93 Mahasiswa RPL Angkatan Pertama

| Kamis, Agustus 06, 2026 WIB Last Updated 2026-08-06T04:49:08Z
UNW Mataram saat menggelar Rapat Pleno Penetapan Mahasiswa RPL angkatan pertama.


PARAGRAFNEWS.id - Universitas Nahdlatul Wathan (UNW) Mataram menggelar Rapat Pleno Penetapan Mahasiswa Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang menetapkan 93 mahasiswa angkatan pertama. Rabu 5 Agustus 2026.


Kegiatan tersebut menjadi tonggak penting dalam implementasi Program RPL sebagai upaya memperluas akses pendidikan tinggi yang inklusif, fleksibel, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat serta dunia kerja.


Rektor UNW Mataram, H. Lalu Gede Syamsul Mujahidin, mengatakan Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) merupakan komitmen UNW Mataram dalam memberikan kesempatan kepada masyarakat yang telah memiliki pengalaman kerja, kompetensi, pelatihan, maupun sertifikasi untuk memperoleh pengakuan akademik.


"Perubahan dunia kerja berlangsung sangat cepat. Banyak aparatur sipil negara (ASN), tenaga profesional, guru, tenaga kesehatan, pelaku usaha, maupun praktisi lainnya yang telah mengabdikan diri selama bertahun-tahun dan memiliki kompetensi yang luar biasa. Namun, tidak sedikit di antara mereka yang belum memiliki kesempatan memperoleh pengakuan akademik atas pengalaman yang dimiliki," ujarnya.


Menurutnya, melalui Program RPL, pengalaman kerja, pelatihan, sertifikasi profesi, serta pembelajaran nonformal dapat direkognisi dan dikonversi menjadi Satuan Kredit Semester (SKS) sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, peserta tidak perlu mengulang seluruh proses pembelajaran dari awal sehingga masa studi menjadi lebih efektif dan efisien tanpa mengurangi kualitas pendidikan.


"Program RPL merupakan bentuk penghargaan terhadap kompetensi yang telah dimiliki masyarakat. Pendidikan tinggi harus mampu menjawab kebutuhan zaman dengan menghadirkan sistem yang lebih terbuka dan tetap menjaga mutu akademik," katanya.


Dalam rapat pleno tersebut, UNW Mataram menetapkan 93 mahasiswa Program RPL angkatan pertama yang berasal dari 11 program studi, yakni Administrasi Publik, Agroteknologi, Teknologi Hasil Pertanian, Biologi, Hukum Keluarga Islam, Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Peternakan, Sastra Arab, Sastra Indonesia.


Rektor menegaskan, penetapan mahasiswa angkatan pertama ini menjadi momentum penting bagi UNW Mataram dalam mengembangkan sistem pendidikan tinggi yang memberikan kesempatan lebih luas kepada masyarakat untuk meningkatkan kualifikasi akademik tanpa mengabaikan pengalaman dan kompetensi yang telah dimiliki.


"UNW Mataram ingin memastikan bahwa pendidikan tinggi dapat diakses oleh siapa saja, kapan saja, dengan mekanisme yang lebih fleksibel tanpa meninggalkan standar mutu akademik. Program RPL adalah salah satu wujud nyata komitmen tersebut," tegasnya.


Ia menambahkan, UNW Mataram siap membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah, kementerian, lembaga, organisasi profesi, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Nusa Tenggara Barat.


Menurutnya, Program RPL tidak hanya memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh gelar akademik, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam mencetak SDM yang unggul, profesional, adaptif, dan mampu bersaing di era global.


Rektor juga mengajak ASN, tenaga profesional, praktisi, alumni diploma, maupun masyarakat yang telah memiliki pengalaman kerja untuk memanfaatkan Program RPL sebagai kesempatan meningkatkan kompetensi dan jenjang karier.


"Jangan biarkan pengalaman dan kompetensi yang telah dibangun selama bertahun-tahun tidak mendapatkan pengakuan akademik. Mari manfaatkan Program RPL untuk meningkatkan kualitas diri dan bersama-sama membangun Nusa Tenggara Barat serta Indonesia melalui pendidikan yang berkualitas," ajaknya.


Dengan ditetapkannya 93 mahasiswa RPL angkatan pertama, UNW Mataram semakin mempertegas posisinya sebagai perguruan tinggi yang terus berinovasi dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang inklusif, responsif terhadap kebutuhan masyarakat, serta mendukung percepatan pembangunan sumber daya manusia yang unggul di Nusa Tenggara Barat.
×
Berita Terbaru Update