Notification

×

Iklan

Iklan

BAZNAS NTB Survei Program Z Daya di KSB, Dorong Mustahik Naik Kelas Jadi Pelaku Usaha Mandiri

| Rabu, September 09, 2026 WIB Last Updated 2026-09-25T02:47:44Z


PARAGRAF NEWS.id – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus memperkuat program pemberdayaan ekonomi masyarakat prasejahtera melalui pendayagunaan zakat produktif.

Salah satu langkah tersebut dilakukan melalui Program Z Daya yang merupakan bagian dari program unggulan BAZNAS NTB Makmur. Tim BAZNAS NTB melakukan peninjauan sekaligus survei lapangan terhadap calon penerima manfaat program di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Rabu (9/9/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Ketua I BAZNAS NTB, Dr. TGH. Lalu Abdul Muhyi Abidin, MA, yang hadir mewakili Ketua BAZNAS NTB, Dr. Lalu Muhammad Iqbal, MA.

Survei lapangan ini menjadi bagian penting dalam memastikan pelaksanaan Program Z Daya dapat berjalan tepat sasaran, sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat yang menjadi calon penerima manfaat.

Dalam kunjungan tersebut, jajaran BAZNAS NTB tidak hanya melakukan verifikasi administratif, tetapi juga melihat secara langsung kondisi para mustahik, khususnya masyarakat yang menjalankan usaha mikro dan membutuhkan dukungan untuk mengembangkan usahanya.

Sinergi BAZNAS Provinsi dan Kabupaten

Pelaksanaan survei Program Z Daya di Kabupaten Sumbawa Barat juga menunjukkan kuatnya sinergi antara BAZNAS NTB dan BAZNAS Kabupaten Sumbawa Barat.

Selama berada di lapangan, rombongan BAZNAS NTB mendapatkan pendampingan dari Ketua beserta seluruh Komisioner BAZNAS Kabupaten Sumbawa Barat.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam proses identifikasi dan verifikasi calon penerima manfaat. BAZNAS kabupaten memiliki pemahaman terhadap kondisi masyarakat di wilayahnya, sementara BAZNAS provinsi memastikan program pemberdayaan berjalan sesuai dengan arah dan tujuan pendayagunaan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS).

Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat efektivitas program sekaligus meminimalkan potensi bantuan yang tidak sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat.

Program Z Daya Dorong Ekonomi Mustahik

Program Z Daya BAZNAS NTB dirancang sebagai salah satu instrumen pendayagunaan zakat produktif yang berorientasi pada penguatan ekonomi masyarakat.

Program ini tidak sekadar memberikan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi diarahkan untuk membantu masyarakat prasejahtera memiliki sumber penghasilan yang lebih berkelanjutan.

Dukungan melalui program tersebut mencakup modal usaha dan pendampingan, sehingga penerima manfaat diharapkan dapat meningkatkan kapasitas usaha yang telah dijalankan maupun mengembangkan usaha produktif yang sesuai dengan potensi masing-masing.

Karena itu, proses survei menjadi tahapan penting sebelum bantuan disalurkan. BAZNAS perlu memastikan calon penerima benar-benar memenuhi kriteria dan memiliki potensi untuk mengembangkan usaha setelah mendapatkan dukungan.

Pendekatan tersebut sejalan dengan semangat zakat produktif yang menempatkan dana ZIS sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat.

Dari Mustahik Menuju Muzaki

BAZNAS NTB terus mendorong agar pengelolaan zakat tidak berhenti pada pemberian bantuan konsumtif. Lebih jauh, dana ZIS diharapkan dapat menjadi instrumen yang membantu masyarakat keluar dari kerentanan ekonomi.

Melalui Program Z Daya, bantuan modal usaha diharapkan mampu menjadi katalisator bagi pertumbuhan usaha mikro milik mustahik. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, penerima manfaat diharapkan dapat meningkatkan pendapatan, memperkuat usahanya, dan secara bertahap mencapai kemandirian ekonomi.

Orientasi akhirnya adalah terjadinya perubahan status sosial-ekonomi penerima manfaat, dari mustahik menjadi muzaki.

Transformasi tersebut menjadi salah satu tujuan penting dari pemberdayaan zakat, yakni bagaimana dana yang dihimpun dari para muzaki dapat memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan kepada masyarakat yang membutuhkan.

BAZNAS NTB Perkuat Pendayagunaan ZIS

Peninjauan Program Z Daya di Kabupaten Sumbawa Barat juga menjadi bagian dari komitmen BAZNAS NTB dalam memperkuat tata kelola pendayagunaan ZIS agar semakin terarah, terukur, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Melalui proses survei dan verifikasi di lapangan, BAZNAS dapat memperoleh gambaran lebih utuh mengenai kondisi calon penerima manfaat, kebutuhan usaha, serta bentuk intervensi yang paling sesuai.

Dengan demikian, penyaluran zakat tidak hanya berorientasi pada besaran bantuan yang diberikan, tetapi juga pada dampak yang dihasilkan setelah bantuan diterima.

Program pemberdayaan ekonomi seperti Z Daya diharapkan mampu membuka ruang bagi masyarakat prasejahtera untuk mengembangkan potensi ekonominya, memperkuat usaha mikro, meningkatkan pendapatan keluarga, sekaligus membangun kemandirian.

Langkah tersebut sekaligus mempertegas peran BAZNAS NTB dalam mengoptimalkan zakat sebagai salah satu instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat di Nusa Tenggara Barat.

×
Berita Terbaru Update