Notification

×

Iklan

Iklan

Keluarga Besar Almarhumah Niken Tegaskan Belum Berdamai, Desak Direktur RS dan Dinas Kesehatan Lotim Minta Maaf Secara Terbuka

| Sabtu, Juni 27, 2026 WIB Last Updated 2026-06-27T11:06:29Z
Almarhumah Niken saat meninggal di RSUD Patuh Karya Keruak Lombok Timur.


PARAGRAFNEWS.id - Keluarga besar Almarhum Niken menegaskan bahwa hingga saat ini mereka belum berdamai terkait meninggalnya Almarhumah saat menjalani proses persalinan di Rumah Sakit Umum Daerah Patuh Karya Keruak beberapa waktu lalu.


Keluarga membantah anggapan yang berkembang bahwa persoalan tersebut telah selesai hanya karena adanya pernyataan ikhlas dari suami almarhumah.


Menurut keluarga, sikap mengikhlaskan kepergian almarhumah sebagai takdir Allah SWT tidak dapat dimaknai sebagai penghentian tuntutan moral terhadap pihak-pihak yang dinilai bertanggung jawab memberikan pelayanan kesehatan.


"Kami tegaskan, keluarga besar belum berdamai. Jangan ada yang menggiring opini seolah-olah persoalan ini sudah selesai," tegas perwakilan keluarga Almarhum Niken Sabtu 27 Juni 2026.


Keluarga menyatakan masih menunggu itikad baik dari pimpinan rumah sakit dan Dinas Kesehatan Lombok Timur untuk datang secara langsung menemui keluarga besar serta menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.


Menurut mereka, permintaan maaf tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral dan penghormatan kepada keluarga yang kehilangan anggota keluarganya.


"Kami tidak menginginkan kejadian seperti ini berhenti begitu saja tanpa adanya tanggung jawab moral. Pihak rumah sakit dan Dinas Kesehatan harus berani datang menemui keluarga, meminta maaf secara langsung, dan menjelaskan langkah konkret agar kejadian serupa tidak terulang," ujar perwakilan keluarga.


Keluarga menegaskan bahwa tuntutan tersebut bukan dilandasi rasa dendam, melainkan demi mendorong perbaikan sistem pelayanan kesehatan.


"Masyarakat berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang profesional, manusiawi, dan mengutamakan keselamatan pasien. Jangan sampai ada lagi keluarga lain yang mengalami duka seperti yang kami rasakan," katanya.


Keluarga juga meminta pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap persoalan ini dan menjadikannya sebagai momentum evaluasi menyeluruh terhadap mutu pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan yang menjadi sorotan.


"Kami ingin peristiwa ini menjadi pelajaran. Harus ada evaluasi nyata, bukan sekadar pernyataan. Jangan sampai ada kesan bahwa nyawa pasien tidak dihargai," tegasnya.

×
Berita Terbaru Update