![]() |
| Dirut Bank NTB Syari'ah Nazaruddin. |
PARAGRAFNEWS.id - Mengawali tahun 2026, PT Bank NTB Syariah menegaskan komitmennya untuk kembali pada khittah sebagai penggerak utama ekonomi daerah dengan memperkuat penyaluran pembiayaan produktif, khususnya untuk sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Langkah strategis ini menjadi fokus utama perseroan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang inklusif dan berkelanjutan. Direktur Utama Bank NTB Syariah, Nazaruddin, menyampaikan bahwa penguatan sektor UMKM bukan sekadar strategi bisnis, tetapi merupakan mandat moral dan tanggung jawab sosial perusahaan sebagai bank milik daerah.
“Kami ingin memastikan bahwa energi bank dialokasikan secara maksimal untuk sektor produktif. Fokus pada UMKM bukan hanya melihat dari sisi bisnis, melainkan mandat untuk menyejahterakan masyarakat NTB secara inklusif,” ujar Nazaruddin, Senin (1/2/2026).
Di tahun 2026, Bank NTB Syariah menargetkan pertumbuhan signifikan pada penyaluran KUR dan pembiayaan produktif lainnya. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat daya tahan ekonomi masyarakat melalui akses pembiayaan yang mudah, cepat, dan berbasis prinsip syariah.
Dengan memperluas jangkauan layanan hingga ke pelosok daerah, Bank NTB Syariah optimistis dapat mendorong percepatan pemulihan ekonomi serta meningkatkan daya saing pelaku UMKM lokal di NTB.
Fokus pada sektor riil ini diharapkan mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) terhadap penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, dan penguatan struktur ekonomi daerah.
Selain agresif dalam penyaluran pembiayaan, Bank NTB Syariah juga melakukan penguatan struktur pendanaan dengan memprioritaskan peningkatan dana murah atau Current Account Saving Account (CASA), yang terdiri dari tabungan dan giro.
Strategi ini dinilai penting untuk menjaga efisiensi biaya dana (cost of fund) sehingga bank dapat menawarkan margin pembiayaan yang lebih kompetitif kepada nasabah, khususnya pelaku UMKM dan penerima KUR.
Dengan komposisi dana murah yang semakin kuat, Bank NTB Syariah diharapkan mampu meningkatkan profitabilitas sekaligus menjaga stabilitas keuangan perusahaan di tengah dinamika ekonomi nasional dan global.
Dalam menjalankan transformasi berkelanjutan, Bank NTB Syariah juga mengintegrasikan penguatan layanan digital dengan pendekatan pelayanan yang humanis. Digitalisasi diharapkan mampu mempercepat proses pembiayaan, meningkatkan transparansi, serta mempermudah akses layanan perbankan bagi masyarakat.
Manajemen menegaskan bahwa sepanjang tahun 2026, arah bisnis Bank NTB Syariah akan difokuskan pada prinsip kehati-hatian, tata kelola yang baik (good corporate governance), serta pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.
Dengan strategi tersebut, Bank NTB Syariah optimis dapat memperkokoh posisinya sebagai bank kebanggaan masyarakat NTB sekaligus motor penggerak ekonomi daerah berbasis syariah.

